Cari Blog Ini

Rabu, 27 Januari 2010

Jalasvave Jayamahe

Terperangkap diatas daratan yang pengap
Mencoba keluar namun semakin terjerembab
Mencari udara segar tapi yang didapat lembab
Depresi datang tak kunjung menemukan jawaban akibat karena sebab
Didera kebingungan saat menemukan diri terdampar ditempat asing
Tak ada hidro, yang nampak hanya kampung kering
Dehidrasi dan kehancuran datang beriringan sambil melambaikan tangan
Tak kuasa mencegah hingga akhirnya tiba senyum kematian
Pasrah bukan solusi
Sadar dilahirkan ke Bumi bukan hanya untuk diam berdiri, Berusaha menyatukan insting, akal, dan kekuatan, itulah yang diinginkan Tuhan
Tak henti mencari jalan sutra untuk bisa kembali ke tempat semula
Sambil berharap sahabat datang membawa suka
Ini bukan rumahku, seseorang telah membawaku kesini
Tempat menyebalkan yang hanya dipenuhi tanah dan batu
Laut-lah rumahku
Aku tak berdaya disini
Teringat masa lalu, dimana disana kehidupan, air, dan udara dengan serasinya melakukan sinkronisasi padu
Tak ada satupun mahluk yang berani mengganggu kami
Jika ada, kami hajar seperti kutu mati
2/3 bumi kami kuasai, berdiri membusungkan dada dengan gagah berani, memaksa Neptunus untuk takut dan tunduk menghormati kami
Seluruh alam raya diam tercengang
Mendengar kami meneriakkan "Jalasvave Jayamahe"!!,
di Laut kami menang!.

Bertanya

Dalam kehampaan yang terus membututi kepada hati yang pilu

Bertanya sang hati dengan satu kesadaran yang putih abu

Ia sangat lelah juga lemah …

Dengan nada suara yang tak jelas , parau juga samar..

Apa arti hidup …dia berbicara sendiri seakan tak ada teman

Dia terus bergumam …suara nya semakin jelas kurasa

Apa arti hidup ini… berulang kali ia berkata itu…

Seperti ia tak puas tak ada yang menjawab..

Apa arti hidup yang kita jalankan…

Apa harus terus seperti ini….

Nada nya semakin lantang …. Dan semakin keras seakan ingin berteriak

Apakah hidup yang kita jalankan harus seperti ini adanya..

Apakah hidup yang kita jalankan harus seperti ini adanya…

Ia mulai lemah.. perlahan suaranya melemah, kembali parau dan samar

Namun kurasa hati ku…. Menangis…dalam kesamaran ku rasa ia menangis

Ia terluka …. Dia bersedih… dan juga menangis…

Namun aku hanya bisa berdiam dengan suasana seperti ini…

Ku tau hati ku telah lelah, ia ingin menyerah dengan hidup yang ku jalankan

Ku tau ku harus berubah… merubah hidup dan cara hidup ku

Sebelum hati ku kembali bertanya

Sebelum hatiku kembali bertanya dan aku tak mampu mejawab kembali

Sebelum hati ku kembali kecewa ,dan ia enggan untuk bangkit

Sebelum semua bertanya …

Sebelum semua bertanya dan aku tak mampu menjawab

Sebelum pertanyaan datang dan aku tak bisa melontarkan jawaban

Sebelum pertanyaan bukan saja dari hati ku..

Juga jiwa , serta raga…

Sebelum pertanyaan datang dari pemilik pertanyaan dan jawaban

Sebelum ia bertanya tentang hidup..

Tentang usia yang selalu ku gadai

Tentang usia yang tak kupakai untuk memuja

Tentang napas , tentang nikmat..tentang karunia

Tentang semua yang telah di anugrahkan

Sebelum itu terjadi..

Sebelum semua terlambat dan sebelum aku hanya diam sambil menunggu eksekusi

Sebelum semua terjadi … sebelum ….sebelum..sebelum semuanya nyata

Aku harus berubah dan aku mampu menjawab semua..