sepoian angin buat ku melamun
terbangakan kesadaran akan dunia
lelah sudah aku berjalan menyusuri jalan kehidupan
tak pernah aku dapatkan sebutir kebahagian di tariakan nafas ini
semuanya berlalu begitu saja tanpa membekas
teriakan dan makian hanya ritual semata tanpa sempat bermakna
terlambat sudah aku memutar haluan untuk mengejar impain
setelah butiran air mata ku ke laurkan dari ayah bunda'
maafkan aku tak pernah sekali pun kau suguhkan kebahagian
tak sempat aku bawa kalian memandang kebanggaan
malu aku menjadi contoh yang kalian bicarakan
bila kenyataan tak seindah untaian doa kalian
hidup ku
hidup malangku, yang ku sia-siakan selalu'
yang kupakai hanya untuk mengejar ucapan cinta dari mu
yang tak pernah terdengar sungguh sekali pun oleh telinga ku
aku tersesat sungguh'
tak mampu lagi aku kembali
seperti dulu, sebelum kenal dengan mu...
maafkan aku ayah -bunda
terbangakan kesadaran akan dunia
lelah sudah aku berjalan menyusuri jalan kehidupan
tak pernah aku dapatkan sebutir kebahagian di tariakan nafas ini
semuanya berlalu begitu saja tanpa membekas
teriakan dan makian hanya ritual semata tanpa sempat bermakna
terlambat sudah aku memutar haluan untuk mengejar impain
setelah butiran air mata ku ke laurkan dari ayah bunda'
maafkan aku tak pernah sekali pun kau suguhkan kebahagian
tak sempat aku bawa kalian memandang kebanggaan
malu aku menjadi contoh yang kalian bicarakan
bila kenyataan tak seindah untaian doa kalian
hidup ku
hidup malangku, yang ku sia-siakan selalu'
yang kupakai hanya untuk mengejar ucapan cinta dari mu
yang tak pernah terdengar sungguh sekali pun oleh telinga ku
aku tersesat sungguh'
tak mampu lagi aku kembali
seperti dulu, sebelum kenal dengan mu...
maafkan aku ayah -bunda

Tidak ada komentar:
Posting Komentar